Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Peraturan Menteri ESDM no.38/2017. Yang kemudian diikuti dengan Keputusan Direktur Jenderal Migas. Itu mengenai syarat-syarat teknis inspeksi dan klasifikasi perusahaan jasa inspeksi teknik pada sektor minyak dan gas. Dengan adanya aturan itu, maka ada perubahan untuk perusahaan jasa inspeksi dalam kegiatan di sektor migas.

Perubahan-perubahan tersebut antara lain Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik (PJIT) akan jadi Perusahaan Inspeksi (PI). Lingkungan Minyak dan Gas Bumi dan Direktur Teknik, Patuan Alfon Simanjuntak di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM. Mengungkapkan walau nama itu berganti, tetapi tugas PJIT dan PI akan tetap tak beda. Yakni perusahaan jasa inspeksi yang mendukung badan usaha migas untuk melaksanakan pemeriksaan teknis. Yang memiliki bertujuan menjamin keselamatan proses teknis migas peralatan dan instansi.

Yang tidak sama kali ini yaitu Perusahaan Inspeksi tak lagi posisinya berada di bawah Ditjen Minyak dan Gas. “Ditjen¬†Migas tak memiliki tanggung jawab dalam hal ini, saat itu nama PIJT tersebut dibawah migas. Perusahaan Inspeksi teknis saat ini independen, dan ditunjuk secara langsung oleh Badan Usaha,” ucap Alfon pada Rabu 23 Agustus Jakarta.

Dengan adanya peraturan baru tersebut, migas tak lagi wajib memperoleh ijin Ditjen Migas dalam hal menggunakan Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik.

perusahaan jasa inspeksi teknik

Mengenai Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik

“Waktu itu mekanisme perusahaan jasa teknik dibuat dengan Peraturan menteri 6 dan Surat Keputusan Dirjen nomor 84 serta 43. Maka setiap badan usaha yang memilih PIJT wajib memperoleh persetujuan pihak kami. Dengan terbitnya peraturan menteri nomor 38, itu tak lagi,” ujarnya.

Akan tetapi Alfon mengatakan, pemerintah akan tetap melaksanakan pengawasan pada Perusahaan Jasa Inspeksi. Contohnya dengan meminta Perusahaan Inspeksi Teknis memberikan laporan inspeksi yang telah dilaksanakan. Sesudah adanya teknis pemeriksaan oleh pihak Ditjen Migas, maka Perusahaan Jasa Inspeksi tersebut baru dapat menerbitkan certificate of inspection.

“Untuk memperlihatkan bahwa itu telah comply pada standar kami, namun hal tersebut adalah persetujuan penggunaan. Dari beberapa banyak sertifikasi yang diterbitkan oleh pihak jasa inspeksi teknik, kami hanya menerbitkan persetujuan penggunaan. Jika pada instalasi, maka pihak migas menerbitkan persetujuan layak operasi,” ucap Alfon.

Pemerintah pun sudah memberikan ketetapan persyaratan dan klasifikasi untuk perusahaan jasa inspeksi teknik. Klasifikasi tersebut terdiri dari kelas utama dengan nilai yang lebih besar dari 90. Sementara kelas madya dengan nilai lebih dari 80 hingga 90. Dan untuk kelas pertama dengan nilai minimum 70 hingga 80.

Ada pula parameter penilaian yang mencakup administrasi dengan nilai maksimum 25 persen. Teknis yang memiliki bobot nilai paling besar 65 persen, lalu keuangan dengan bobot nilai maksimal 10 persen.

Memilih Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik Yang Baik

Dalam pelaksanaan inspeksi tentu harus dilakukan oleh perusahaan jasa inspeksi teknik yang terpercaya, yang salah satu faktornya adalah pengalaman. Di Indonesia sendiri telah banyak perusahaan jasa inspeksi yang menyediakan pelayanan tersebut. Namun belum banyak diantaranya mereka yang memiliki tenaga ahli yang memiliki sertifikasi yang memenuhi persyaratan. Bisa kita ketahui, sesuai standar permen diatas bahwa perusahaan jasa inspeksi wajib memenuhi persyaratan tersebut.

Disini kami PT. DAMAI PERSADA INTERNUSA, adalah salah satu perusahaan jasa inspeksi teknik yang memiliki persyaratan lengkap. Selain memiliki tenaga ahli (Man Power) dengan sertifikat resmi. Lalu didukung oleh pengalaman menangani inspeksi teknik dengan berbagai perusahaan di Tanah Air.

Kami PT. DAMAI PERSADA INTERNUSA yang berdiri sejak 2015, telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan dalam hal inspeksi teknik.  Melayani berbagai jasa inspeksi teknik seperti jasa hydrotest, Jasa NDT / Uji Tanpa Rusak, (Non Destructive Test Services) dll. Perusahaan kami memiliki komitmen yang diantaranya:

  • INTEGRITY

Mengedepankan kejujuran, dapat dipercaya dan tidak berpihak.

  • INOVATIVE

Berkesinambungan melakukan perbaikan, sehingga memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

  • TEAM WORK

Mengutamakan kerjasama dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan, serta bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

  • CUSTOMER FOCUS

Mengutamakan pelanggan dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan, terutama dalam hal kualitas dan nilai tambah yang ditawarkan.

  • QUALITY

Memberikan layanan yang terbaik dalam melaksanakan pekerjaan.