Uji Tanpa Rusak (PT. Damai Persada Internusa)

Uji Tanpa Rusak (PT. Damai Persada Internusa)

Uji Tanpa Rusak (NDT)

Kami PT. Damai Persada Internusa, adalah sebuah perusahaan jasa inspeksi, yang melakukan teknik uji tanpa rusak. Mengapa perlu inspeksi dalam dunia industri atau manufaktur? Karena hal tersebut tentu sangat penting, demi kelancaran produksi atau aktivitas di sebuah perusahaan.

Non destrtructive testing (NDT) sendiri adalah aktivitas tes atau bisa disebut inspeksi terhadap suatu benda. Dimana fungsinya untuk mengetahui adanya masalah cacat, retak, atau juga discontinuity. Dan semua itu dilakukan tanpa merusak benda yang memang di uji, tes dan inspeksi. Bila di pahami, tes ini untuk menjamin, bahwa material yang di gunakan masih aman, serta mengetahui batas damage tolerance.

NDT-Testing Uji Tanpa Rusak

 

Beberapa Manfaat Uji Tanpa Rusak

Bila kita ambil contoh kasus, adalah pengujian terhadap komponen pesawat. Material pesawat tentu saja harus diusahakan semaksimal mungkin, agar tidak mengalami sebuah kegagalan (failure) selama proses penggunaan dari mesin- mesinnya. Oleh karena itu perlu proses NDT yang dilakukan lebih dari dua kali. Beberapa jenis pengujian tersebut yaitu:

  1. Pertama, selama dijalankan atau di akhir proses fabrikasi dari mesin. Tentu saja bertujuan untuk menentukan suatu komponen yang bagus dan dapat diterima setelah melalui pengecekan tahap- tahap fabrikasi. NDT sendiri, dapat dijadikan sebuah tes yang yang dapat menentukan kelayakan kendali mutu suatu komponen.
  2. Kedua, proses NDT sendiri, dilakukan setelah komponen tersebut, memang sudah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya yaitu mempermudah menemukan beberapa kegagalan parsial, sebelum bahan tersebut melampaui damage tolerance-nya.

Metode Utama Non Destructive Testing

  • Visual Inspection

Metode uji ini untuk menemukan cacat serta retak pada permukaan atau korosi.

  • Liquid Penetrant Test

Metode sederhana ini digunakan, dalam pengupayaan untuk menemukan sebuah cacat di permukaan terbuka. Yang terdiri dari komponen solid, baik itu komponen logam atau non logam. Bisa saja untuk keramik atau plastik fiber. Dengan metode ini, kecacatan pada material, tentu akan mudah terlihat lebih jelas. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan cairan yang berwarna terang, kepada permukaan yang memang harus di inspeksi.

  • Magnetic Particle Inspection

Metode ini, untuk mengetahui cacat permukaan (surface) dan juga cacat permukaan bawah (subsurface). Tujuannya mempermudah meneliti suatu komponen yang terdiri dari bahan ferromagnetik, agar dapat diketahui. Hal ini dilakukan dengan metode magnet, terhadap beberapa objek atau komponen tes atau uji tanpa rusak.

  • Eddy Current Test

Masih berhubungan dengan magnet, namun di bantu dengan mesin arus listrik magnetis. Dengan di alirkannya arus listrik pada kumparan material uji, hal tersebut berfungsi untuk membangkitkan medan magnet yang ada didalamnya. Medan magnet ini, akan dikenakan kepada benda logam yang memang akan di inspeksi, dengan begitu akan terbangkit arus Eddy. Arus Eddy nanti akan meng-induksi adanya gumpalan medan magnet. Medan magnet yang terdapat pada benda atau objek inspeksi akan berinteraksi dengan medan magnet lain. Yang terdapat pada kumparan dan kemudian mengubah impedansi bila terdapat kecacatan.

  • Ultrasonic Inspection

Prinsip kerja dari pengujian ini menggunakan prinsip gelombang suara. Gelombang suara yang nantinya akan di rambatkan kepada objek uji, akan diberikan sinyal yang nantinya di transmisi atau dipantulkan. Lalu hal tersebut akan diamati dan juga interpretasikan. Gelombang ultrasonic pada pengujian ini, memakai frekuensi 0.5 – 20 MHz.

Gelombang suara dapat menunjukan indikasi, bila objek tes terdapat retak, void, atau bisa juga delaminasi yang terjadi pada material. Gelombang ultrasonic, sebagai salah satu jenis uji tanpa rusak yang akan dibangkitkan dengan tranducer, yang terbuat dari bahan piezoelektri. Bahan tersebut mampu mengubah energi listrik jadi energi getaran yang mekanik, tapi bisa menjadi energi listrik kembali.